Lagi-lagi Pendorongan Paksa Perusakan Tanaman Pakai Alat Berat Dari PT.MSJ DI Lokasi Kebun Milik Pak Junaidi Tanpa Ada Kesepakatan

foto: pak Junaidi pemilik lahan mengawasi alat berat jangan sampai beroperasi

Bontang – Media – megapoitan – Tepatnya hari Selasa 28 November 2021 Warga atau nama Bapak Junaidi merasa terkejut setelah melihat Dozer mendorong tanaman miliknya bahkan bangunan rumah ikut terdorong dan sudah tertimbun, Wartawan Media – megapolitan mewawancarai  Sulis Yono Operator alat berat  Dozer PT.MSJ. mengakui hanya diberikan gambar dari pengawas PT.MSJ. tanpa mengetahui bahwa lokasi kebun pak Junaidi belum dibayar atau belum ada kesepakatan anara MSJ Dan pak Junaidi dalam wawancara dengan megapolitan memang PT.MSJ sering melakukan paksa kebun warga tanpa ada kesepakatan karena PT.MSJ  dilindungi oleh Pemerintah apalagi selama ini Pemerintah Kecamatan Marangkayu selaku tim yang mengimpentarisasi tanam tumbuh dan pondok warga atau perintah PT.MSJ. sebut saja dari pihak PT.MSJ dan bekerja sama tim Kecamatan Marangkayu Eko Subroto,

foto : Bapak Junaidi pemilik lahan dan operator alat berat

Jadi setelah selesai inventarisasi kebun warga, nilai dikeluarkan oleh  PT.MSJ Kecamatan Marangkayu kemudian diperlihatkan warga yang sudah diinventarisasi namun warga banyak tidak terima, karena tidak sesuai dengan yang diharapkan oeh warga disinilah terjadi pendorongan paksa kebun warga di eksecusi,dari Kecamatan Marangkayu bahkan dikawal oleh aparat Polisi dengan lengkap persenjataannya

Kalau selama ini Polres Bontang selalu dipakai untuk mengawal alat PT.MSJ dalam pendorongan paksa kebun warga bahkan warga sering dibawa ke Polres apabila menghalangi aktifitas PT.MSJ, Saya Junaidi berhak mempertahankan hak saya punya surat tanah sah juga dari Pemerintah.  Kalau PT.MSJ Beraktifitas belum pernah juga diperlihatkan dokumen, baik ijinnya dan peta lokasi yang mau dikelola dan pemerinttah diKaltim juga selalu membela pihak PT.MSJ.

Setiap pertemuandengan  warga terbukti lokasi dikebun warga yang diakuioleh PT MSJ Bukan KBK ini sesuai surat edaran Mentri Kehutanan Republik Indonesia diedarkan di instansi di Kallimantan Timur dan Kalimantan Utara yang tertanggal 29 agustus 2014 namun pemerintah Kaltim hanya diam tidak membela masyarakat, karena PT.MSJ banyak uang segalanya bisa diatur karena warga tidak bisa berbuat apa apa karena hampir semua pemerintah di Kaltim baik aparat Kepoisian sebagai pelindung masyarakat ikut membela PT.MSJ

foto : Bakri – baju cokllat wartawan megapolitan lagi berada di lokasi penggusuran

Apalagi selama ini pihak MSJ Bran tio bekerja sama dengan pihak Kecamatan Marangkayu dalam hal ini Eko Subroto tidak pernah masyarakat merasa aman setap ada pembebasan lahan warga, karena warga ada curiga bahwa pihak PT MSJ bersama Pemerintah Kecamatan Marangkayu bersipat makelar karena setiap nilai dikeluarkan namun tidak diterima oleh warga, tetap lahan dan tanaman digusur paksa namun perisiwa ini sudah saya laporkan di pemerintah bahkan di Presiden Jokowi meminta agar semua kasus kasus sengketa tanah yang melibatkan rakyat dengan swasta harus segera diselesaikan konsesi swasa yang berada di lahan masyarakat beri kepastian hukum kepada masyarakat dan apabila tidak patut cabut konsesinya itu penegasan Bapak Presidan RI dalam rapat terbatas tanggal 3 tahun 2019 tapi sampai  hari ini pemerintah dan PT MSJ tidak memperhatikan himbauan Presiden kemana lagi saya mengadu kata Junaidi mengahiri wawancara

( Bakri/Media-megapolitan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*