Belum Lama Selesai Dikerjakan Dua Rumah Pompa Di Jakarta Utara Dibongkar Lagi

JAKARTA, Media Megapolitan – Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), belum lama ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, antara tanggal 13 sampai 20 September 2021. Peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jakarta, Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai petir atau angin kencang, yang diilansir dari akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi banjir atau tanah longsor. Warga bisa menghubungi layanan darurat di nomor 112 jika menemukan kondisi darurat. Warga juga bisa melaporkan genangan atau banjir melalui fitur JakLapor di aplikasi JAKI dan memantau kondisi banjir melalui fitur JakPantau. “Dengan melapor, kamu dapat membantu petugas untuk menemukan titik genangan/banjir agar segera dapat ditindaklanjuti, serta laporanmu akan terintegrasi dengan JakPantau. Mari waspada dan persiapkan diri antisipasi bersama!” tulis Pemprov DKI.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewaspadai potensi banjir dampak cuaca ekstrem sebagaimana dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI menyatakan hari ini, Rabu (15/9) wilayah Jakarta berstatus siaga menghadapi sejumlah dampak cuaca ekstrem. “Berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak (IBF-Impact Based Forecast) BMKG, Jakarta berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan/atau tanah longsor dari cuaca ekstrem dengan level siaga,” demikian keterangan BPBD dalam akun instagram @dkijakarta, Rabu. (15/9).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga menekankan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan antisipasi banjir. Salah satunya dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. “Kita pastikan sumber daya yang kami miliki, SDM, alat semua akan kita fungsikan semaksimal mungkin, kita belajar dari tahun ke tahun sebelumnya tentang antisipasi pencegahan penanganan pengendalian banjir,” ujar Riza di Balai Kota kemarin.

Riza juga menjelaskan, Pemprov. DKI sudah melaksanakan langkah-langkah antisipasi guna mencegah banjir dengan mengeruk sejumlah sungai, gerebek lumpur, hingga menyiapkan pompa air mewaspadai potensi banjir imbas cuaca ekstrem. “Yang paling penting masyarakat harus patuh, disiplin, waspada, apalagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, di sekitar daerah-daerah yang tergenang air,” jelas politikus Partai Gerindra itu.

Cuaca Sedang Ekstrem, Kasudin SDA Jakut Sibuk Bongkar 2 Rumah Pompa Baru di Jakut. Saat Pemprov. DKI Jakarta sibuk melaksanakan antisipasi banjir akibat cuaca ekstrim, dengan mengeruk sejumlah sungai, gerebek lumpur, hingga menyiapkan pompa air mobile dan kelayakan pompa berukuran besar di rumah pompa di wilayah DKI Jakarta, Sudin Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara malah baru melakukan pembongkaran Rumah Pompa Bulak Cabe dan Bukit Gading Raya.

Berdasarkan hasil investigasi di lokasi rumah pompa Bukit Gading Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. MEGA JAYA TEKNINDO, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 13 M tersebut, saat ini proses pekerjaannya terhambat akibat ketinggian air yang menggangu para pekerja melakukan pekerjaan fisik di mulut pondasi pegangan saringan sampah, arah air masuk ke ruang pompa tersebut.

Berdasarkan keterangan Rohman, salah padagang di sekitar rumah pompa tersebut menjelaskan, proses pembongkaran rumah pompa yang baru berusia kurang dari dua tahun tersebut baru dikerjakan sekitar satu minggu lamanya. “Kalau tidak salah baru seminggu itu di bongkar Bang. Ngga tau mau diapain, bangunan sudah bagus-bagus malah dibongkar-bongkar lagi. Mending di kasih kita aja uangnya ya Bang,” jelas Rohman sambil tertawa.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WA terkait adanya pembongkaran di Rumah Pompa Bulak Cabe dan Bukit Gading Raya yang saat ini baru berjalan, Kepala Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara, Adrian Mara Maulana, belum bersedia memberikan jawaban. Sementara Frans Agustinus Siahaan, selaku Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Utara, juga tidak bersedia menjelaskan pembongkaran ke dua rumah pompa tersebut, yang kondisinya masih baik dengan usia bangunan kurang dari dua tahun tersebut.

(Bd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*