OKNUM PERANGKAT DESA ANCAM WARTAWAN, DPP AWI MENGUTUK KERAS

Budigautama Jurnalis Senior AWI

Jakarta-Media megapolitan–  Melalui ketua VI DPP AWI Hajirin Siregar Bereaksi Keras  atas perlakuan oknum  Perangkat Desa ber inisial SKM ( Bendahara Desa ) di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalbar pada Jumat ( 06/08/2021 ). Yang mengancam anggotanya Budigautama

Kronologis Kejadian berawal:

” Pada hari itu hari Jumat. Awalnya saya hendak menyampaikan surat  ke pihak Desa untuk minta klarifikasi, namun karena kendaraan kami mogok waktu nya sekitar jam 5 sore, saya melihat si Oknum dan saya panggil dia, dengan maksud hendak menitipkan surat, akan tetapi malah di sambut dengan tidak bersahabat dan bahkan saya diancam hendak di Tembak,” tutur Budi saat berkunjung di rumah salah satu rekan di Kayong Utara pada Sabtu malam(07/08/2021).

Budi adalah jurnalis senior yang juga Ketua Kompartemen Bidang Hukum di DPP AWI, menuturkan, bahwa dirinya mendapat sambutan kasar dan di ancam oleh salah satu oknum Perangkat Desa berinisial Skm (Bendahara Desa)  di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang, Kalbar pada Jumat(06/08/2021). Budi menuturkan

Skm saat itu meminta Budi menunjukan identitas ( KTA dan KTP) kemudian di poto olehnya, dan menyobek surat yang di titipkan Lantas Skm mengatakan bahwa Budi adalah wartawan abal – abal ( gadungan ) ” Banyak wartawan  Gadungan, termasuk kau ni wartawan gadungan,”lanjut Budi menirukan ucapan SKM. Menurut Budi, setelah SKM membaca surat  dan dimintai tandatangan sebagai bukti tanda terima, namun SKM menolak.

“Selesai dia baca surat yang diminta saya minta tandatangan sebagai bukti terima untuk administrasi, namun dia menolak. Saat saya dokumentasikan dengan di Poto, si oknum marah dan meminta saya menghapus Poto,” kata Budi.

”Kau hapus, kalau tidak HP kau  ku hempaskan, kau cepat balik (pulang ) ku tembak nanti,  orang sini lain, aku punya pistol ku ambil kau ku tembak,” ancam SKM.

 Wartawan yang bertugas dilapangan mempunyai landasan Hukum Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999.

 BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 18

Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Sesuai dengan permintaan   Presiden Republik Indonesia, Kementrian Dalam Negri, Kementrian Desa, agar semua elemen Masyarakat mengawasi  jalannya roda pembangunan Desa yang tertuang dalam Undang-uandang- UU No.6 Tahun 2014.

Pasal 68 (1) Masyarakat Desa berhak: meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa

Mengenai pengakuan SKM yang akan menembak Budi, Hajirin Siregar meminta kepada pihak Penegak Hukum perlu menindak lanjututi apakah benar SKM memiliki Senjata Api, karena kepemilikan Senjata Api telah diatur dalam Peraturan – Perundang-Undangan:  Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12/1951:

“Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk , dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun,” kata Hajirin Siregar sebagai Ketua VI DPP AWI Jakarta

( Red/ tim )

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*