KADES BUMI RAHAYU, RUSLI, MINTA WARTAWAN SAMPAIKAN KEPADA PIHAK DINAS PUPRPKP KAB. KAPUAS SEGERA REHABILITASI JEMBATAN PENGHUBUNG ANTAR DESA YANG HAMPIR AMBRUK

Kondisi Jalan poros sekarang, dan bagian kontruksi jembatan yang kondisinya sudah lapuk termakan usia

Kuala Kapuas, Media Megapolitan – Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Kapuas Murung, Kab. Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, yang saat ini berpenghuni 188 KK, lebih kurang  500 jiwa, Desa yang berada di kawasan pemukiman eks Transmigrasi UPT Lamunti Blok G4 ini,  adalah salah satu desa eks binaan Dinas Transmigrasi Kab. Kapuas, namun sejak Tahun 2012 sudah menjadi Desa definitif.

Kantor dan Balai Desa Bumi Rahayu, terletak di samping Jalan Poros. Kec. Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah

Seiring perjalanan waktu Desa ini sudah menjadi tempat hunian bagi warga Transmigrasi yang menetap, hingga kini telah berbaur dengan warga penduduk lokal, dan ini dapat dilihat dari kesaharian penduduk warga Desa tersebut.  Seperti Desa lainnya yang juga eks pemukiman warga Transmigrasi di Tahun 1990 an, dimana terlihatjuga sedang berbenah untuk membangun, namun bagi Pemdes Bumi Rahayu, segala  keterbatasan pendapatan PAD (Pendapatan Asli Desa) yang tidak jelas ini menyebabkan Pemdes tersebut tidak mampu mengatasi permasalahan sehingga membuat Sarana prasarana dan infrastruktur tidak terawat terutama Jalan Poros penghubung antar Desa dan Kecamatan sudah banyak yang rusak.

Kondisi demikian sudah berlangsung lama, mengingat pembangunan sarana infrastruktur ini, baik jalan maupun jembatan, telah dibangun sebelum penempatan warga Transmigrasi ke Desa ini, sehingga pada lapisan jalan banyak terkoyak dan kontruksi jembatan pun sudah lapuk dimakan usia. Kades Bumi Rahayu, Rusli, menuturkan, ” Menurutnya, saat ini kondisi jalan poros antar Desa tidak sebaik dulu dan sebagian berlubang, padahal jalan Desa ini yang sering dilewati  warga Desa tetangga, maupun masyarakat umum pengguna jalan lainnya, tuturnya.

Kades Bumi Rahayu, Rusli saat dikunjungi para awak media

Kontruksi Jembatan yang terbuat dari kayu ulin sudah tua dan tidak layak lagi, kdan  tiang (pondasi) kayunya sudah kropos, begitu juga sebagian lantainya banyak berlubang dan lapuk. Kades berharap permasalan infrastruktur tersebut mendapat perhatian Pemkab Kapuas, dalam hal ini Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas. Mengingat jalan dan jembatan tersebut sangat berarti bagi warganya, Anak- anak Sekolah, Orang- orang yang berurusan ke Kecamatan, termasuk warga pengguna jalan lainnya yang hendak ke pasar maupun sebaliknya, selalu melewati jembatan ini, dan keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat, pihaknya berharap dapat diperbaiki, dibangun secepat mungkin. Mengingat pentingnya jalan dan jembatan ini sebagai satu-satunya akses warga untuk sarana hilir mudik keluar dan masuk Desa tersebut, dan cuma jalan dan jembatan ini yang bisa dilewati saat warga ada keperluan untuk berurusan dengan pihak luar wilayah dan sebaliknya.

“Usulan untuk rehab dan pembangunan jembatan ini sebenarnya sudah sampai masuk ke Dinas PUPRPKP Kab. Kapuas, bahkan disampaikan juga kepada salah satu Anggota ĎPRD Kapuas, yang mewakili  termasuk dari Dapil Kec. Kapuas Murung, entah mengapa sehingga juga belum mendapat respon positif, ” Ungkap Kades Rusli, menuturkan kepada awak media Ahmad Zainuddin, S.Sos, dikediamannya, Sabtu.26/06/2021.

Di sisi lain pihaknya juga berharap adanya solusi terhadap semua persoalan terkait pembangunan, sarana prasarana untuk wilayah pedesaan, Kades Rusli menyampaikan Pemdes Bumi Rahayu sangat terbuka, sementara ini anggaran agak minus, pihaknya terus berbenah terhadap tata kelola Pemerintahan Desa, mengingat sebelumnya salah satu Aparat Pemdes ini tersandung kasus hukum, yang kemungkinan berdampak menurunkan kredibilitas di mata warga, justru itu pihaknya selalu berbenah memulihkan kondisi yang kurang stabil, sehingga pihaknya berupaya melakukan terobosan mengajar ketertinggalan demi untuk kemajuan Desa setempat.

Dmk (Ahza)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*