PROYEK P3-TGAI DESA MALUEN, DITENGARAI ADA KEJANGGALAN HINGGA LAKUKAN REHAB KECIL

Proyek P3A-TGAI Desa Maluen Kec. Basarang, dikerjakan di area jalan usaha tani, dengan Padat Karya Tunai (PKT), 09/06/2021.

Kuala Kapuas, Media Megapolitan- Pekerjaan Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Desa Maluen Kecamatan Basarang, dilaksanakan secara Swakelola.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral  Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.

Satuan Kerja Operasi Dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Kalimantan II. Telah me-alokasikan dana pembuatan saluran irigasi disetiap Desa atau Kelurahan, terutama di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dengan pagu masing2 Rp 195.000.000, dana tersebut bersumber dari APBN dalam TA 2021.

Terpantau dilapangan per 28 Mei 2021 pekerjaan tersebut sudah selesai sebelum waktunya. Dan tentu masih dalam masa pemeliharaan.

Pak Safri Pelaksana P3A KARYA BERSAMA Desa Maluen, dan Awak media Ahmad Zainuddin, S.Sos dari media Megapolitan Biro Kapuas, ketika berada di lokasi proyek, 09/06/202

Sementara diperoleh informasi dari pihak Pelaksana P3A KARYA BERSAMA,  pekerjaan ini dilaksanakan  dengan Padat Karya Tunai (PKT), melibatkan warga setempat secara Swakelola alias tidak Dikontraktualkan, namun info yang diperoleh dari warga yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa proyek ini telah diborongkan kepada sekolompok orang.

Proyek yang dibikin diatas badan jalan berupa Box Jembatan kecil diarea Jalan Usaha Tani persawahan warga ini, dibuat Empat Box atau 4 Unit, tanpa adanya rincian ukuran kontruksinya.

Dengan disertai Pembuatan Parit Cacing (saluran air kecil yang memanjang), sedangkan standart ukuran baik Panjang, Lebar dan Kedalaman Parit Cacing tersebut tidak dirincikan dalam papan proyek, kendatipun juga terpantau dilokasi ada bagian yang belum dibuat, terutama pada Box yang ke4 untuk parit cacing (saluran air kecil yang memanjang) tidak ada, karena tampak terlihat ketika Air dilokasi sedang surut.

Hal ini menjadikan dugaan tidak sesuai dalam penganggaran dari dana yang teralokasikan sebesar Rp.195.000.000, tersebut, mengingat rincian item yang dikerjakan tidak terpublikasikan, sedangkan dana cukup besar untuk proyek yang dikerjakan ini.

Namun disamping itu terdapat juga adanya kejanggalan item Pekerjaan yang tidak dilaksanakan, yaitu pada pondasi bangunan (Jembatan) di titik Box yang ke 3, bagian lantai kerja pada pondasi tersebut tidak terpasang, karena pelaksanaan terdesak saat pekerjaan dilakukan, sedangkan kondisi lokasi masih tergenang air pasang, sehingga campuran semen (luluh) larut terguras air pasang, dan untuk menutupi kesalahan itu dipasang karung berisi benda lain, yang nantinya berakibat akan amblas.

Tampak tumpukan material dilokasi, ditengarai untuk bahan rehab proyek dimaksud, Selasa, 09/06/2021

Terkait ini, pelaksana  P3A KARYA BERSAMA, Desa Maluen, Safri, ketika dibincangi awak media Ahmad Zainuddin, dilokasi proyek, pihaknya mengakui saat pekerjaan berlangsung kondisi lokasi tergenang air pasang sehingga mengalami gangguan dalam melaksanakan pengecoran Pondasi Lantai Kerja, dan untuk mengatasi hal tersebut entah mengapa adanya material dalam karung untuk menutupi pondasi lantai kerja dimaksud.

Dilain sisi dikatakan juga untuk mengatasi kekurangan dalam item pekerjaan ini, pihaknya juga melakukan rehab ringan terhadap proyek ini guna memperbaiki pekerjaan yang dianggap tidak semestinya, hal ini terlihat tumpukan material dan bahan kayu galam sedang menumpuk dilokasi, saat awak media melakukan pemantauan dilokasi tersebut Selasa, 09/06/2021.

Dmk (Ahza).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*