Dampak Pandemi Terhadap Kesehatan Mental

Oleh: Subhan Suaeb

Semenjak kemunculannya,Virus Corona (Covid-19) diyakini pertama kali muncul di China pada bulan November 2019 dan pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menyatakan Covid-19 sebagai Wabah Kesehatan Global, menyusul temuan 82 kasus terkonfirmasi diluar wilayah China dan entah sampai kapan wabah ini akan selesai, belum ada yang bisa memastikannya.

Wabah Virus Corona telah memberikan dampak yang luar biasa dalam berbagai sektor, seperti, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya, termasuk juga diantaranya  berdampak terhadap kesehatan Mental manusia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pandemi Covid- 19 telah banyak membuat orang, hampir dari semua kelompok umur diberbagai negara, terpaksa menjalankan kebiasaan baru yang berpotensi meruntuhkan kesehatan mental.

Mulai dari para petugas kesehatan, siswa siswi yang tidak bisa sekolah, pekerja yang beresiko terpapar Covid- 19 dan terancam gelombang PHK, masyarakat yg jatuh miskin karena ekonomi terus memburuk, hingga mereka yang harus menjalani Isolasi,semua menghadapi resiko penurunan kualitas kesehatan mental seperti stress,gelisah,takut bahkan juga konflik.

“Belum lagi, mereka yang harus mengelola kesedihan karena telah kehilangan orang yang dicintai, sering kali tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal,”Demikian pernyataan WHO.

Sedangkan menurut data dari Kaiser Family Foundation(KFF),sekitar 40 persen orang dewasa Amerika Serikat mengatakan khawatir atau stress terkait dengan virus Corona telah berdampak negatif pada kesehatan Mental mereka, termasuk 12 persen yang mengatakan itu memiliki dampak besar.

Melihat penyataan dari WHO dan KFF diatas menunjukkan, bahwa Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif yg luar biasa terhadap kesehatan Mental Dengan melihat kondisi tersebut, sudah seyogyanya, untuk meminimalisir dampak Pandemi terhadap kesehatan Mental yg lebih besar,maka ada banyak hal yg perlu kita lakukan,termasuk salah satunya adalah kita kembali kepada Tuhan yg Esa, dalam artian lain, kita berpositif thinking dengan ujian Pandemi Covid-19 ini

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*