Kendati Disinyalir Tak Kantongi Izin, Pembangunan Tower Tetap Berjalan di Kabupaten Bekasi

BEKASI – Media megapolitan-Terkait Bangunan Tower Celluler yang berada di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan diduga tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pihak Dinas terkait di Kabupaten Bekasi, pasalnya Bangunan Tower Celluler yang baru berdiri di tengah-tengah Lingkungan Masyarakat akan berdampak radiasi kepada warga sekitar.

Saat di konfirmasi wartawan, warga sekitar bernama
Sapei, Marsad dan Vina mengatakan, bahwa mereka mendapatkan uang konfensasi berbeda-beda walaupun jarak Bangunan Tower dekat dengan rumah mereka, untuk Sapei di berikan Rp, 200 ribu dan ibu Vina Rp, 300 ribu sebagai uang kerohiman atau uang ijin dari lingkungan sebagai konfensasi untuk warga yang berdekatan dengan Bangunan Tower tersebut,” ujar Sapei.

Marsad sebagai narasumber warga sekitar menjelaskan, bahwa warga sekitar Lingkungan di berikan uang konfensasi oleh RT dengan mengumpulkan KTP untuk mendapatkan Uang yang besaran nya kisaran Rp 200 ribu dan Rp 300 ribu, kalau yang dibawah Bangunan Tower Rp, 400 ribu,” jelas Marsad.

Marsad menambahkan, bahwa Ketua RT Jam Jani telah mengumpulkan KTP warga sebanyak 68 orang baru mendapatkan uang konfensasi dari PT yang mendirikan Bangunan Tower tersebut,” ungkap Marsad.

Beberapa warga sekitar Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan memaparkan, bahwa Bangunan Tower Celluler tersebut baru 2 Bulan berdiri dan masih dalam pemasangan dari pihak Pendor PT yang mengerjakan tidak jelas,” ungkap warga.

Ketua DPC AWI Kabupaten Bekasi, Irwan A, saat dimintakan tanggapannya oleh wartawan terkait pembangunan Tower yang disinyalir tak berizin mengatakan , bahwa,” Dengan berdirinya bangunan Tower Celluler yang diduga tak berizin tersebut , sudah tentu kami dari pihak AWI meminta agar Camat Tambun Selatan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) untuk dapat segera menyikapi persoalan tersebut, namun bila hal tersebut tidak di lakukan oleh instansi terkait sudah tentu dapat diduga instansi tersebut telah meloloskan Perijinan Bangunan Tower tersebut yang di duga tak berizin”, Katanya.

“Kemudian Kasat Satpol PP Kabupaten Bekasi dapat segera melakukan pemanggilan atau eksekusi PT yang mendirikan Bangunan Tower Celluler di Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, jika Kasat Satpol PP tidak dapat memantau, memanggil dan mengeksekusi PT yang mendirikan Tower Celluler maka ini menjadi PR besar bagi Kasat Satpol PP Kabupaten Bekasi, untuk melakukan penegakan Perda dengan mengacu dalam Undang – Undang No.13 Tahun 2014 tentang IMB dan Perda,” Pungkas Irwan.

( RQB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*