SKB Bubarkan Ormas FPI

Jakarta. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama telah memutuskan untuk melarang ormas Front Pembela Islam (FPI) dan kegiatannya, dengan alasan tidak memiliki dasar hukum untuk beroperasi sebagai organisasi sipil dan bahwa kegiatannya sering melanggar hukum dan menyebabkan kekacauan di tengah masyarakat.

Pelarangan ormas FPI tersebut dibuat melalui Keputusan Bersama Menteri (SKB) yang ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Pemerintah melarang kegiatan FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh FPI karena tidak lagi memiliki landasan hukum baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi sejenis lainnya,” kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD di televisi. pernyataan pada hari Rabu. Dia mengacu pada batas waktu 20 Juni 2019 yang gagal dipenuhi FPI untuk memperpanjang Izin Pendaftaran Organisasi (SKT) dengan Kementerian Dalam Negeri. “[Sejak itu] FPI secara hukum tidak lagi menjadi ormas,” kata Mahfud. “Namun secara kelembagaan, FPI terus melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, dan terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum. hukum seperti kekerasan, penyapuan [penggerebekan ilegal], provokasi, dan hal-hal lain. ” Mahfud menginstruksikan semua pejabat dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk tidak lagi mengizinkan acara FPI di masa depan.

Pemerintah telah berselisih dengan FPI dalam beberapa pekan terakhir menyusul serangkaian keamanan dan ketertiban yang berpusat pada kembalinya pemimpin kelompok Muhammad Rizieq Shihab dari pengasingan di Arab Saudi. FPI terkenal karena melakukan penggerebekan di kelab malam, bar dan restoran, terutama saat bulan suci Ramadhan. Pada tahun 2016, misalnya, anggota FPI menggerebek pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur mereka memeperiksa apakah gerai tersebut telah memerintahkan karyawannya untuk mengenakan atribut serta pakaian Natal seperti topi Santa. (rqb.mgp.org)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*