Kondisi Fisik Saat Pikiran Dilanda Kecemasan

Artikel Kesehatan Mental

 Toipah

(Prodi PAI 5B, STAI Al Hikmah Jakarta)

Gangguan kecemasan bisa datang menyerang saat kita merasa grogi, gugup, gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya. Namun, bagi sebagian orang, perasaan ini bisa berlangsung terus-menerus. Ketika perasaan tersebut muncul terus-menerus bahkan sampai mengganggu aktivitas, hal tersebut perlu diwaspadai. 

Bisa jadi, rasa cemas tersebut telah berubah menjadi hal yang lebih kompleks lagi, yakni gangguan kecemasan. “Kecemasan dalam kadar yang sedikit belum terlalu mengkhawatirkan, misalnya ketika kita cemas sebelum ujian. Hal itu akan membuat kita lebih waspada, sehingga dapat memperbaiki performa. Tetapi, kecemasan tingkat tinggi akan membuat kita lelah dan sulit berkonsentrasi,” kata dr. Fiona Amelia dari Klik Dokter.

Lebih lanjut, dr. Fiona menjelaskan bahwa gangguan cemas mencakup beberapa kondisi, yaitu:

  1. Gangguan cemas menyeluruh
  2. Gangguan panik
  3. Fobia (agorafobia/fobia keramaian atau klaustrofobia/fobia ruang tertutup)
  4. Gangguan stres pasca trauma
  5. Gangguan cemas sosial (fobia sosial)
  6. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif.

Banyak orang menganggap gangguan mental hanya menyerang pikiran, padahal stres, kecemasan, dan gangguan mental lainnya bisa memicu beberapa gejala fisik yang bisa mengganggu aktivitas kita. Psikolog Klinis, Deborah Offner mengatakan bahwa pikiran dan tubuh memiliki hubungan yang jauh lebih dalam daripada yang disadari banyak orang. “Sebagian orang bisa memiliki masalah kesehatan fisik tanpa penyebab biologis. Sebenarnya masalah kesehatan fisik bisa saja disebabkan oleh kecemasan dan gangguan mental lainnya,” ujar Offner, mengutip She Knows. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya, kesehatan mental juga dapat mempengaruhi kondisi fisik. Sayang, banyak orang meremehkan dampak kesehatan mental terhadap kondisi fisik. Padahal, stres dan kecemasan bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Selain mengganggu sistem kekebalan tubuh, kecemasan juga bisa memicu gejala fisik lainnya.

Berikut ini adalah berbagai gejala fisik yang menandakan kita mengalami gangguan kecemasan:

1. Jantung berdebar

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), jantung berdetak kencang menandakan kondisi kecemasan. Kecemasan dan panik biasanya mengakibatkan perasaan gelisah dan jantung berdebar. Selain itu, kondisi cemas yang berlebihan memungkinkan Anda untuk memompa lebih banyak darah ke otot-otot besar. Akibatnya, detak jantung semakin kencang dan membuat Anda merasa lebih gugup hingga bertindak di luar kontrol. Tenangkan jantung yang berdebar ini dengan meditasi, olahraga, yoga, taichi, atau aktivitas lain yang mampu membawa ketenangan seperti latihan pernapasan.

2. Sesak napas

Pada umumnya, gangguan kecemasan bisa mengakibatkan dyspnea. Dalam dunia medis, dyspnea berarti sesak napas. Mengutip dari Medical News Today, sesak napas bisa terjadi secara ringan hingga sedang, juga dari yang hanya sebentar hingga serius dan dalam jangka waktu panjang. Saat napas tidak baik, perasaan cemas bisa makin buruk. Anda akan sulit menarik napas dalam dan menimbulkan perasaan kesal bercampur cemas. Cobalah untuk bernapas secara perlahan untuk mengatasinya.

3. Kepala sakit dan pening

Offner mengatakan, stres, trauma, dan cemas bisa memiliki dampak signifikan terhadap sistem saraf pusat. Kecemasan juga bisa menimbulkan sakit kepala akibat reaksi hormon.”Riset medis menyebutkan, trauma atau stres jangka panjang atau kecemasan bisa mengakibatkan otak melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol, bahkan di waktu kita sebenarnya tidak sedang stres,” jelasnya.

4. Sakit perut

Saat merasa cemas, tidak jarang orang akan merasakan sakit perut atau masalah pencernaan lain. Kecemasan memang mempengaruhi usus. Saat cemas, hormon stres masuk ke saluran cerna dan mengganggu pencernaan.

5. Otot tegang

Gangguan cemas bisa ditandai dengan ketegangan otot. Orang dengan gangguan cemas kerap ditemukan memiliki masalah arthritis, fibromyalgia, dan sakit punggung kronis. Ketika orang cemas, tubuh secara otomatis mengencang, menciptakan ketegangan pada sekelompok otot. Stres kronis dan kecemasan bisa memperburuk ketegangan otot, yang bisa menyebabkan sakit kepala, bahu kaku, sakit leher, bahkan migrain. Orang yang berada dalam kondisi stres konstan juga berisiko lebih tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal kronis.

6. Sakit pada dada

Saat cemas menyerang, kadang orang merasa seperti terkena serangan jantung. Gejala yang umum ini memerlukan penanganan dokter. Pasalnya, jika cemas tidak diatasi, gejala ini akan semakin parah.

7. Merasa lelah terus-menerus

Rasa lelah yang terus-menerus adalah tanda umum gangguan kecemasan. Faktanya, hormon stres dapat membuat kondisi tubuh menjadi lebih tegang, sehingga menyebabkan kelelahan. Kendati demikian, kelelahan ini juga dapat berdampak pada gangguan tidur.

8. Tubuh gemetar dan mudah kaget

Gemetar dan mudah kaget bisa menjadi efek dari gangguan kecemasan. Kondisi tubuh yang terus merasa waspada ini juga bisa menjadi penyebab kita mudah kaget, sekalipun hanya dicolek pelan oleh seorang teman dari belakang.

9. Mudah sakit

Beberapa orang cenderung lebih sering sakit saat mengalami gangguan kecemasan. Sebab, pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh kita tidak dapat berfungsi dengan baik. Artinya, kita akan lebih rentan terkena pilek, meskipun banyak faktor lain yang ikut mempengaruhi, misalnya seberapa kuat sistem kekebalan tubuh kita secara umum dan sejauh mana kita menjaga kebersihan tangan.

Gangguan kecemasan akan sangat mengganggu aktivitas kita. Oleh sebab itu, waspada gangguan kecemasan dengan mengenali gejala fisik yang mungkin terjadi pada tubuh kita. Jika kita mengalami berbagai tanda di atas, segera konsultasikan kondisi kita pada dokter, sebelum gejala yang dirasakan semakin memburuk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*